Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (Pelatihan Pembuatan Pisang Sale)

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (Pelatihan Pembuatan Pisang Sale)


DPK_Dharmasraya. Kamis, 7 September 2023, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dharmasraya, melaksanakan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Kegiatan di buka langsung oleh Kepala Dinas M. Syukri, S.Pd,SD. MM, Kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melalui kegiatan pelatihan pembuatan Pisang Sale. Dalam kegiatan ini mengundang peserta 20 orang ibu rumah tangga dengan mendatangkan nara sumber Heni Ruhamih, S.Pd profesi sebagai guru dan salah satu pemerhati UMKM di Kabupaten Dharmasraya.

Kepala Dinas M. Syukri menegaskan bahwa tugas perpustakaan adalah mencerdaskan dan mensejahterakan anak bangsa sesuai amanah UUD 1945. Esensinya mengurangi masyarakat marjinal. Itulah kenapa perpustakaan mesti bertransformasi mengubah paradigma yang eksklusif menjadi inklusif.

"Inilah ruh dari semangat transformasi perpustakaan, maka masyarakat perlu dibekali inovasi dan kreativitas serta aksesibilitas digital untuk meningkatkan pengetahuannya," jelas M. Syukri.

Lebih lanjut M. Syukri menjelaskan, perbaikan kesejahteraan hanya bisa dilakukan jika kondisi ekonomi baik yang ditandai dengan pendapatan keluarga yang meningkat, dan lapangan kerja yang tersedia. Salah satu jalan untuk mencapai kesejahteraan diperoleh dengan kemampuan literasi. Literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan yang bisa diimplementasikan menjadi barang/jasa bermutu yang mampu bersaing di pasaran.

Peran perpustakaan amat dibutuhkan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global.

"Perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat meningkatkan kesejahteraan dan juga mendorong kreativitas serta memangkas berbagai kesenjangan akses informasi," ungkapnya.* BD_Arsip